lisensi

Kedungademmu.id
• WIB
Last Updated 2026-09-30T00:15:48Z
GerakanM.RondiRedaksiSTIT Muhammadiyah Bojonegoro

Kuliah Perdana STIT Muhammadiyah Bojonegoro Hadirkan Sri Wahyuni, Dorong Mahasiswa Jadi Agen Transformasi

Advertisement
Foto bersama pimpinan, narasumber, dan sivitas akademika STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam kegiatan Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Ahmad Dahlan (M.Rondi/kedungademmu.id)

Kedungademmu.id— Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro mengawali Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan kuliah perdana yang digelar di Aula Ahmad Dahlan, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Navigasi Insan Akademik: Membentuk Generasi Sadar Hukum, Berintegritas, dan Berdaya Saing Menuju Kampus Unggul.” Salah satu narasumber yang hadir ialah Sri Wahyuni, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur. Jabatan tersebut juga tercantum dalam laman resmi DPRD Jawa Timur.


Kehadiran Sri Wahyuni menjadi bagian dari rangkaian pembekalan bagi mahasiswa dalam memasuki kehidupan akademik. Kuliah perdana tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan pentingnya integritas, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Tiga Pilar Menjadi Perhatian Kampus


Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Arif Susanto, dalam sambutannya menekankan tiga hal yang menjadi perhatian dalam pengembangan insan akademik, yaitu navigasi akademik, integritas, dan daya saing.


Menurut Arif, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu membangun karakter, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.


Ia berharap STIT Muhammadiyah Bojonegoro dapat terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan produktif serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.


Sri Wahyuni Tekankan Sinergi Iman, Ilmu, dan Teknologi


Dalam materinya, Sri Wahyuni menyoroti pentingnya membangun keterpaduan antara iman, ilmu pengetahuan, dan teknologi.


Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu dihadapi dengan sikap bijak. Mahasiswa sebagai generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif untuk menciptakan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


“Jadilah agen transformasi yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara,” pesan Sri Wahyuni kepada mahasiswa.


Pesan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter, tanggung jawab, dan nilai moral agar kemajuan teknologi dapat digunakan secara positif.


Sri Wahyuni juga menekankan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus landasan nilai dalam menghadapi tantangan zaman.


Hadirkan Sejumlah Narasumber


Selain Sri Wahyuni, kuliah perdana juga menghadirkan Ahmad Zia Khakim, dan Moch. Tohirin, Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Ahmad Syauqi Fuady.


Sebelumnya, Aulia Singa Zanki, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika STIT Muhammadiyah Bojonegoro sekaligus mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk berkembang dan memberikan kontribusi.


“Teruslah bergerak dan berdampak,” ujarnya.


Awali Perkuliahan dengan Semangat Berkontribusi


Kuliah perdana Tahun Akademik 2026/2027 menjadi langkah awal bagi mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro untuk memasuki perjalanan akademik.


Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membangun integritas, meningkatkan kemampuan, memahami tanggung jawab sebagai insan akademik, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.


Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.