Advertisement
![]() |
| Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni (dua dari kanan) saat menerima delegasi Palestina di Kantor PP Muhammadiyah, Senin (28/9/2026) (www.muhammadiyah.or.id) |
Kedungademmu.id—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Palestina yang membawa sejumlah informasi mengenai perkembangan situasi di Palestina dan kawasan Timur Tengah. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan upaya mewujudkan perdamaian di kawasan.
Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, delegasi Palestina yang berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Senin (28/9/2026), terdiri atas Penasihat Presiden Otoritas Palestina Bidang Urusan Agama Mahmoud Sidqi Al-Habbash, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, serta Imam Masjid Al-Aqsa Syekh Mohammad A.M. Hussein.
Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni. Dalam pertemuan itu, kedua pihak bertukar informasi mengenai perkembangan terkini Palestina sekaligus membicarakan kondisi Timur Tengah secara lebih luas.
Syafiq menjelaskan bahwa kehadiran delegasi Palestina tersebut memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai situasi yang sedang berlangsung serta harapan terhadap dukungan dan kerja sama dengan Muhammadiyah.
Menurutnya, delegasi Palestina secara khusus menyampaikan perkembangan kondisi di negaranya dan berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Palestina. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mengenai dinamika yang terjadi di kawasan.
“Mereka mengunjungi kantor PP Muhammadiyah untuk menyampaikan beberapa informasi tentang situasi Palestina sekarang, atau situasi Timur Tengah pada umumnya, dan harapan-harapan yang disampaikan kepada Muhammadiyah,” ujar Syafiq.
Pertemuan antara Muhammadiyah dan delegasi Palestina juga membicarakan persoalan perdamaian. Situasi konflik yang berkepanjangan di Palestina dan Timur Tengah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pembahasan.
Kehadiran Mahmoud Sidqi Al-Habbash sebagai Penasihat Presiden Otoritas Palestina Bidang Urusan Agama, bersama Duta Besar Palestina dan Imam Masjid Al-Aqsa, menunjukkan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan hubungan kelembagaan. Pertukaran informasi juga mencakup dimensi keagamaan dan perkembangan kehidupan masyarakat Palestina.
Dalam kesempatan itu, delegasi Palestina menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah yang selama ini dilakukan Muhammadiyah. Mereka juga berharap hubungan dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang.
Bagi Muhammadiyah, komunikasi dengan berbagai pihak dari Palestina menjadi bagian dari hubungan internasional yang dibangun Persyarikatan. Pertemuan semacam ini juga memberikan kesempatan bagi Muhammadiyah untuk memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan situasi Palestina dari pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan tersebut.
Pembahasan mengenai perdamaian menjadi penting mengingat persoalan Palestina tidak hanya menyangkut dinamika politik dan keamanan, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat sipil, hubungan antarbangsa, serta persoalan kemanusiaan dan keagamaan.
Masjid Al-Aqsa yang menjadi salah satu simbol penting bagi umat Islam juga memiliki posisi khusus dalam pembicaraan mengenai Palestina. Kehadiran Imam Masjid Al-Aqsa dalam delegasi tersebut turut memberikan dimensi keagamaan dalam pertemuan dengan Muhammadiyah.
Di sisi lain, pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Muhammadiyah dengan Palestina tidak berhenti pada perhatian terhadap perkembangan konflik. Komunikasi dan kerja sama juga diarahkan pada persoalan yang lebih luas, termasuk harapan terhadap masa depan perdamaian di kawasan.
Muhammadiyah selama ini memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan internasional. Melalui jaringan kelembagaan dan kerja sama dengan berbagai pihak, Persyarikatan juga membangun hubungan dengan komunitas dan lembaga dari berbagai negara.
Pertemuan dengan delegasi Palestina menjadi salah satu bagian dari komunikasi tersebut. Informasi yang disampaikan secara langsung diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai kondisi aktual Palestina sekaligus membuka ruang bagi keberlanjutan kerja sama antara Muhammadiyah dan pihak-pihak terkait dari Palestina.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah perhatian masyarakat internasional terhadap perkembangan konflik Palestina dan upaya mencari jalan menuju perdamaian. Karena itu, pertukaran pandangan antara Muhammadiyah dan delegasi Palestina menjadi bagian dari dialog mengenai kondisi kawasan dan masa depan perdamaian.
Muhammadiyah menyambut komunikasi tersebut dengan tetap membuka ruang bagi keberlanjutan hubungan dan kerja sama. Sementara itu, delegasi Palestina menyampaikan harapan agar dukungan serta hubungan yang selama ini terbangun dapat terus dipelihara.
Pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta itu, dengan demikian, tidak hanya menjadi agenda kunjungan diplomatik dan keagamaan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang pertukaran informasi mengenai situasi Palestina, perkembangan Timur Tengah, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan upaya membangun perdamaian di kawasan.
