Advertisement
![]() |
| Kegiatan Akademi Jurnalis Muhammadiyah (AJM) yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP Muhammadiyah) (Rizka Sri Wulandari/kedungademmu.id) |
Hal tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Akademi Jurnalis Muhammadiyah (AJM) yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP Muhammadiyah). Mengangkat tema optimalisasi kehumasan sekolah, kegiatan ini mendorong penguatan branding pendidikan berkemajuan melalui karya jurnalistik dan perluasan jejaring antarpengelola media sekolah.
Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Madina, Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Sabtu–Ahad (10–11/10/2026). 40 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian pengembangan kapasitas jurnalistik tersebut.
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua MPI PP Muhammadiyah Muchlas, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah Didik Suhardi, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang M. Nurul Humaidi.
Branding Sekolah Harus Berbasis Fakta
Dalam sambutannya, Dadang Kahmad, menegaskan bahwa pembangunan citra lembaga pendidikan harus bertumpu pada kenyataan, bukan sekadar narasi yang dibuat untuk menarik perhatian publik.
Menurutnya, informasi yang dipublikasikan sekolah harus mencerminkan kondisi sebenarnya, didukung data, serta menunjukkan prestasi dan kontribusi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan AJM sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik satuan pendidikan Muhammadiyah sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan berkemajuan.
“Branding, informasi yang dikeluarkan, haruslah lahir dari realitas, bukan narasi yang dibuat-buat, narasi yang bombastis tetapi kosong, tetapi harus berdasarkan data,” jelasnya.
Dadang menjelaskan bahwa jurnalistik dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi. Jurnalistik juga memiliki peran dakwah, pendidikan, dan transformasi sosial. Melalui pemberitaan yang berkualitas, sekolah dapat menyebarkan inspirasi, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan.
Lima Kemampuan Penting bagi Humas Sekolah
Dadang memaparkan sejumlah kemampuan yang perlu dikuasai pengelola media dan humas sekolah Muhammadiyah.
Pertama, kemampuan menulis dan menyajikan informasi secara menarik, akurat, serta berimbang. Kedua, keterampilan memanfaatkan media digital dan media sosial secara produktif dan bertanggung jawab.
Ketiga, kemampuan membangun citra institusi berdasarkan fakta, prestasi, dan integritas. Keempat, kemampuan menjadikan media sekolah sebagai sarana dakwah Islam berkemajuan yang mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kelima, kemampuan menghadapi hoaks, disinformasi, dan konten yang berpotensi merusak nilai-nilai pendidikan melalui publikasi jurnalistik yang berkualitas.
Dalam konteks menjaga kebenaran informasi, Dadang mengingatkan pentingnya prinsip tabayyun, sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Hujurat ayat 6. Prinsip tersebut menekankan perlunya memeriksa dan mengonfirmasi informasi sebelum menyebarkannya.
“Melawan hoaks itu bukan dengan marah-marah, bukan dengan kita mengajukan ke Kominfo, tapi kita melawan dengan meng-upload atau mem-posting narasi-narasi yang benar, narasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pengelola media sekolah perlu mengedepankan verifikasi, kehati-hatian, dan tanggung jawab dalam setiap publikasi.
Perluas Jejaring, Sebarkan Praktik Baik
Selain meningkatkan keterampilan jurnalistik, AJM menekankan pentingnya memperluas jejaring antarpengelola media sekolah Muhammadiyah. Hubungan yang kuat antarpengelola media dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas, dan menyebarluaskan praktik baik dari berbagai satuan pendidikan.
Pengelola media sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada publikasi kegiatan di lingkungan masing-masing. Mereka juga perlu membangun komunikasi dan kolaborasi agar informasi mengenai kontribusi pendidikan Muhammadiyah dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Menurut Dadang, kerja nyata yang dilakukan Muhammadiyah perlu disampaikan melalui pemberitaan yang benar, menarik, dan bermakna. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami manfaat program pendidikan sekaligus mengenal berbagai inovasi yang berkembang di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
“Muhammadiyah harus terus bekerja nyata untuk kemajuan masyarakat. Namun, kerja nyata itu juga harus mampu kita ceritakan dengan benar, menarik, dan bermakna, agar manfaatnya lebih luas dan menginspirasi lebih banyak orang,” pungkasnya.
Bangun Kepercayaan Publik melalui Jurnalistik
Melalui kegiatan AJM, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan jurnalistik dalam pengelolaan media sekolah masing-masing. Pemanfaatan situs web, media sosial, dan berbagai kanal komunikasi digital perlu dilakukan secara terencana dengan tetap memperhatikan akurasi informasi.
Penguatan humas berbasis jurnalistik diharapkan dapat membantu sekolah menyampaikan program, prestasi, inovasi, dan kegiatan pendidikan secara lebih profesional. Publikasi yang konsisten dan dapat dipercaya juga berperan dalam membangun hubungan yang lebih baik antara sekolah dan masyarakat.
Pada akhirnya, branding pendidikan berkemajuan bukan sekadar upaya memperkenalkan nama lembaga. Lebih dari itu, branding merupakan proses menunjukkan kualitas, nilai, dan kontribusi nyata sekolah melalui informasi yang jujur serta bertanggung jawab.
Dengan keterampilan jurnalistik yang terus dikembangkan dan jejaring komunikasi yang semakin luas, humas sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu menghadirkan informasi yang mencerahkan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang berkarakter, berilmu, dan berkemajuan.
