lisensi

Kedungademmu.id
• WIB
Last Updated 2026-09-08T10:12:23Z
Ahmad DahlanGerakanMuhammadiyahPersyarikatanRedaksiTafsir

Muhammadiyah Lahir untuk Menggerakkan Perubahan, Bukan Sekadar Perkumpulan

Advertisement
Bendera Muhammadiyah (www.umko.ac.id)

Kedungademmu.id
—Lebih dari satu abad setelah didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912, Muhammadiyah tetap menarik untuk dibaca bukan hanya dari jumlah amal usaha yang dimiliki, tetapi dari gagasan besar yang menjadi alasan kelahirannya. Sejak awal, Muhammadiyah tidak dirancang sebagai paguyuban yang berhimpun untuk kepentingan kelompok, melainkan sebagai gerakan Islam yang membawa misi dakwah dan perubahan sosial.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. Tafsir, dalam kegiatan Masa Ta'aruf Universitas Muhammadiyah Semarang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna, Selasa (8/9/2026). Ia mengajak peserta memahami kembali pertanyaan mendasar: mengapa KH Ahmad Dahlan merasa perlu mendirikan Muhammadiyah?

Dikutip dari suaramuhammadiyah.id, menurut Tafsir, jawaban atas pertanyaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat Indonesia pada awal abad ke-20. Pada masa itu, bangsa Indonesia masih berada dalam cengkeraman penjajahan. Kondisi tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami keterbelakangan dalam berbagai bidang.

Situasi umat Islam juga menjadi perhatian besar KH Ahmad Dahlan. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tetapi pada saat yang sama masih menghadapi persoalan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Karena itu, diperlukan sebuah gerakan yang tidak hanya berbicara mengenai ajaran agama, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan nyata.

Tafsir menjelaskan, setidaknya terdapat sejumlah semangat yang menjadi latar belakang berdirinya Muhammadiyah. Salah satunya adalah semangat dakwah. Islam dipahami sebagai agama yang mengajarkan umatnya untuk mengajak kepada kebaikan sekaligus mencegah kemungkaran.

Semangat tersebut memiliki pijakan kuat dalam Al-Qur'an, terutama Surah Ali Imran ayat 104 yang menyerukan agar terdapat segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.

Bagi KH Ahmad Dahlan, dakwah tidak cukup berhenti pada ceramah atau penyampaian pesan keagamaan. Dakwah harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, semangat keislaman kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk gerakan yang menyentuh persoalan pendidikan, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan.

Selain semangat dakwah, terdapat pula semangat berkemajuan. Muhammadiyah sejak kelahirannya membawa kesadaran bahwa umat Islam harus keluar dari kondisi yang membuat mereka tertinggal.

Umat Islam, menurut Tafsir, harus dibebaskan dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Upaya tersebut membutuhkan kerja nyata dan pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Pendidikan menjadi salah satu jalan utama. KH Ahmad Dahlan memahami bahwa masyarakat tidak mungkin mengalami kemajuan apabila kualitas pendidikannya tidak diperbaiki. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu bidang yang terus dikembangkan Muhammadiyah hingga sekarang.

Hal serupa berlaku pada bidang kesehatan. Masyarakat yang ingin maju membutuhkan kondisi kesehatan yang baik. Kesadaran tersebut kemudian melahirkan berbagai institusi kesehatan Muhammadiyah yang terus berkembang di berbagai daerah.

Gerakan sosial juga menjadi bagian penting dari misi tersebut. Kehadiran panti asuhan, misalnya, merupakan bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan perhatian. Semangat tolong-menolong dan kemanusiaan menjadi bagian dari praktik dakwah Muhammadiyah.

Dari sini terlihat bahwa gagasan KH Ahmad Dahlan memiliki cakupan yang luas. Islam tidak hanya dipahami sebagai seperangkat ajaran yang dijalankan secara personal, tetapi juga sebagai kekuatan yang mendorong perubahan kehidupan masyarakat.

Bukan Paguyuban, Melainkan Gerakan Islam

Dr. Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah

Setelah Muhammadiyah berdiri, identitasnya kemudian dirumuskan secara lebih jelas. Muhammadiyah dikenal sebagai Gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi mungkar, dan tajdid yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Identitas tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki orientasi gerakan yang jelas. Tujuannya adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Karena itu, Muhammadiyah tidak tepat dipahami hanya sebagai organisasi administratif atau perkumpulan yang mempertemukan orang-orang dengan kesamaan latar belakang.

Muhammadiyah adalah gerakan. Konsekuensinya, setiap aktivitas persyarikatan harus memiliki orientasi perubahan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui pemikiran maupun tindakan. Di satu sisi, Muhammadiyah terus mengembangkan gagasan keislaman yang responsif terhadap perubahan zaman. Di sisi lain, gagasan tersebut diterjemahkan melalui amal usaha dan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pemahaman semacam ini penting bagi generasi Muhammadiyah hari ini. Sebab, usia persyarikatan yang telah melewati satu abad tidak boleh membuat semangat gerakannya berhenti pada kebanggaan terhadap sejarah.

Warisan terbesar KH Ahmad Dahlan justru terletak pada keberanian membaca persoalan zamannya dan kemudian menghadirkan jawaban melalui gerakan.

Tantangan masyarakat hari ini tentu berbeda dengan kondisi ketika Muhammadiyah didirikan. Persoalan kebodohan, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, hingga tantangan kehidupan modern memiliki bentuk yang terus berubah.

Namun, semangat dasarnya tetap relevan: dakwah harus melahirkan perubahan dan Islam harus menghadirkan kemajuan.

Sehingga, memahami Muhammadiyah sebagai gerakan berarti menjaga agar persyarikatan tetap hidup, bergerak, dan memberi manfaat. Muhammadiyah tidak cukup hanya memiliki banyak anggota dan amal usaha, tetapi juga harus terus menghadirkan jawaban atas persoalan masyarakat.

Semangat itulah yang diwariskan KH Ahmad Dahlan sejak awal berdirinya Muhammadiyah. Sebuah gerakan yang berangkat dari nilai Islam, bekerja untuk kemanusiaan, dan diarahkan untuk membawa umat serta bangsa keluar dari keterbelakangan menuju kehidupan yang lebih maju dan berkeadaban.