Penyampaian Materi Oleh Mahasiswa Universitas Airlangga Kepada Ibu-Ibu PKK Dusun Pucuk, Lamongan (Istimewa/Kedungademmu.id)

Kedungademmu.id— Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang benar, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga yang tergabung dalam Kelompok 3 Mata Kuliah Farmakologi melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang penggolongan obat dan penggunaan obat yang rasional pada 1 Mei 2026 di Dusun Pucuk, RT/RW 02/02, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang didominasi oleh ibu-ibu PKK yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan kesehatan di lingkungan keluarga.

Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai obat masih menjadi tantangan yang sering dijumpai. Banyak obat digunakan tanpa memahami fungsi, dosis, aturan pakai, maupun efek samping yang mungkin timbul. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesalahan penggunaan obat, mulai dari penggunaan yang tidak sesuai indikasi hingga risiko penyalahgunaan obat.

Materi edukasi membahas berbagai penggolongan obat berdasarkan sistem tubuh. Beberapa di antaranya meliputi obat sistem pernapasan, kardiovaskular, persarafan, pencernaan, perkemihan, muskuloskeletal, hingga sistem imun. Selain mengenalkan fungsi obat, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara penggunaan yang aman dan tepat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pelaksanaan edukasi menggunakan metode SECI (Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization). Pada tahap awal, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman sebelum kegiatan dimulai. Selanjutnya, materi disampaikan melalui presentasi, video edukatif, serta diskusi interaktif yang memudahkan peserta memahami informasi kesehatan secara menyeluruh.

Untuk mendukung penyampaian materi, digunakan media edukasi berupa leaflet dan papan obat. Leaflet berisi informasi singkat mengenai penggolongan obat, aturan penggunaan, serta efek samping yang perlu diperhatikan. Sementara itu, papan obat digunakan sebagai media visual untuk membantu peserta mengenali berbagai jenis obat berdasarkan fungsi dan sistem tubuh yang dipengaruhi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi serta berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional setelah mengikuti kegiatan edukasi. Selain itu, sesi tanya jawab juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang sering ditemui saat menggunakan obat di rumah.

Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai obat dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam memilih, menggunakan, dan menyimpan obat sesuai ketentuan yang berlaku.

Oleh : Amel Fitria, Mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga
Pembimbing : Susilo Harianto