lisensi

Kedungademmu.id
• WIB
Last Updated 2026-09-12T22:46:07Z
Amizy Nova Airul Ayunda KurniawanGerakanMilad Ke-114RedaksiTanwir

Semangat Bersama Satukan Bangsa dalam Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Advertisement
Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah (www.muhammadiyah.or.id)
Kedungademmu.id—Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah sebagai penanda dimulainya rangkaian agenda penting Persyarikatan pada tahun 2026. Peluncuran tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026), secara hibrida dari lobi Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta.

Peluncuran logo mengangkat tema “Bersama Satukan Bangsa”. Tema tersebut menjadi pesan utama dalam rangkaian Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, sekaligus menegaskan komitmen Persyarikatan untuk terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan kebangsaan, dan menghadirkan gerakan Islam yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Acara peluncuran dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama jajaran pimpinan. Hadir pula Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rachimah beserta jajaran, Badan Pembina Harian Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, pimpinan majelis dan biro, direksi rumah sakit Muhammadiyah, pimpinan wilayah Muhammadiyah dari berbagai daerah, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, serta peserta Tanwir yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Peluncuran logo tidak hanya menjadi agenda simbolis menjelang Milad ke-114 Muhammadiyah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Tanwir dan Milad yang tahun ini akan dipusatkan di Sulawesi Tengah.

Pemilihan Sulawesi Tengah sebagai lokasi Tanwir memiliki latar belakang yang kuat. Daerah tersebut, khususnya Kota Palu, merupakan wilayah yang pernah mengalami bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 2018. Setelah bencana tersebut, masyarakat bersama berbagai elemen terus melakukan proses pemulihan dan membangun kembali kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, serta berbagai sektor lainnya.

Dalam konteks itulah, Palu menjadi bagian penting dari narasi ketahanan dan kebangkitan. Muhammadiyah turut mengambil bagian dalam proses pendampingan masyarakat melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan. Kehadiran Universitas Muhammadiyah Palu serta berbagai Amal Usaha Muhammadiyah di Sulawesi Tengah menjadi bagian dari kontribusi tersebut.

Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah juga dirancang dengan memasukkan unsur yang memiliki kedekatan dengan karakter lokal Sulawesi Tengah. Salah satu elemen utama yang digunakan adalah daun kelor.

Daun kelor dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia dan memiliki manfaat luas bagi kehidupan. Di Sulawesi Tengah, tanaman tersebut juga memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, penggunaannya sebagai unsur visual logo tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi sekaligus menjadi cara menghubungkan identitas Persyarikatan dengan kearifan lokal daerah tempat Tanwir digelar.

Angka 114 dalam logo dipadukan secara dinamis dengan bentuk daun kelor. Susunan tersebut menggambarkan perjalanan panjang Muhammadiyah yang terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Usia 114 tahun tidak hanya menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah Persyarikatan, tetapi juga menggambarkan kemampuan Muhammadiyah untuk menjaga kesinambungan gerakan di tengah perubahan zaman.

Makna tersebut semakin kuat dengan tema “Bersama Satukan Bangsa”. Persatuan menjadi pesan yang relevan bagi Muhammadiyah karena perjalanan Persyarikatan tidak dapat dilepaskan dari dinamika kehidupan bangsa Indonesia. Muhammadiyah memandang keberagaman sebagai kenyataan yang perlu dirawat melalui persaudaraan, kerja sama, dan sikap saling menghargai.

Ketua PWM Sulawesi Tengah Amin Parakkasi mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah Tanwir bukan semata-mata persoalan penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, Tanwir menjadi momentum untuk menunjukkan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan sekaligus menghadirkan suasana yang ramah dan tertib bagi seluruh peserta.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu sekaligus Ketua Panitia Penerima Tanwir 2026, Rajindra, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Palu. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari tempat kegiatan, sarana dan prasarana, pelayanan peserta, akomodasi, hingga koordinasi teknis kepanitiaan.

Bagi Muhammadiyah, peluncuran logo tersebut menjadi awal dari rangkaian agenda yang tidak hanya memperingati perjalanan panjang Persyarikatan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat orientasi gerakan ke depan.

Melalui Tanwir dan Milad ke-114, Muhammadiyah kembali menegaskan posisinya sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang terus berupaya memberikan kontribusi bagi kehidupan bangsa. Pesan “Bersama Satukan Bangsa” diharapkan tidak berhenti sebagai tema atau identitas visual, tetapi menjadi semangat bersama untuk memperkuat persaudaraan, merawat kebinekaan, dan membangun Indonesia secara berkelanjutan.