lisensi

Kedungademmu.id
WIB
Last Updated 2026-09-12T22:45:39Z
Amizy Nova Airul Ayunda KurniawanGerakanMilad Ke-114RedaksiTanwir

Muhammadiyah Luncurkan Logo Tanwir dan Milad ke-114, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa

Advertisement
Dari kiri ke kanan: Muhammad Sayuti, Sekretaris PP Muhammadiyah; Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah; dan Agung Danarto, Ketua PP Muhammadiyah saat peluncuran logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026) (www.muhammadiyah.or.id)

Kedungademmu.id—Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Yogyakarta Sabtu (12/9/2026). Peluncuran logo tersebut menjadi bagian dari persiapan rangkaian kegiatan Tanwir dan Milad ke-114 yang akan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah.

Milad ke-114 Muhammadiyah mengusung tema “Bersama Satukan Bangsa”. Tema tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan perjalanan Muhammadiyah sekaligus penegasan komitmen Persyarikatan untuk terus memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Logo yang diluncurkan menjadi identitas visual untuk rangkaian kegiatan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Kehadiran logo ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian komunikasi publik menuju agenda besar Persyarikatan yang akan dipusatkan di Sulawesi Tengah.

Logo tersebut dirancang dengan memadukan identitas Muhammadiyah dengan unsur kearifan lokal Sulawesi Tengah, tempat pelaksanaan Tanwir dan rangkaian Milad ke-114.

Salah satu unsur yang menonjol dalam desain logo adalah daun kelor. Tanaman tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah dan dipilih sebagai bagian dari identitas visual kegiatan. Dalam rancangan logo, daun kelor juga merepresentasikan ketahanan, pertumbuhan, serta kebermanfaatan yang luas.

Angka 114 ditempatkan secara dinamis dan dipadukan dengan bentuk daun kelor. Komposisi tersebut menggambarkan perjalanan panjang Muhammadiyah yang terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu.

Di bagian puncak daun terdapat kaligrafi nama Muhammadiyah. Elemen ini mempertegas identitas Persyarikatan sebagai gerakan dakwah Islam yang terus berupaya menghadirkan pencerahan dan kemajuan bagi kehidupan umat serta bangsa.

Pilihan warna dalam logo juga menggabungkan unsur identitas Muhammadiyah dengan karakter budaya Sulawesi Tengah. Warna biru, hijau, dan kuning keemasan digunakan untuk membangun identitas visual yang sekaligus membawa pesan tentang keteguhan iman, ilmu pengetahuan, kehidupan, kedamaian, pencerahan, dan semangat pembaruan.

Penggunaan logo tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseragaman identitas visual dalam rangkaian kegiatan Tanwir dan Milad ke-114. Identitas visual itu nantinya dapat digunakan oleh berbagai unsur Persyarikatan dalam mendukung publikasi dan penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan agenda tersebut.

Tanwir di Palu

Palu dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Tanwir dan rangkaian Milad ke-114 Muhammadiyah. Pemilihan tersebut memiliki kaitan dengan perjalanan masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama setelah bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Palu dan sejumlah wilayah di sekitarnya pada 2018.

Dalam proses pemulihan pascabencana, masyarakat Palu menunjukkan semangat untuk bangkit melalui kolaborasi dan gotong royong. Muhammadiyah juga mengambil bagian dalam proses tersebut melalui berbagai kiprah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Keberadaan Universitas Muhammadiyah Palu dan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah di Sulawesi Tengah menjadi bagian dari kontribusi Persyarikatan dalam mendampingi dan melayani masyarakat.

Karena itu, pelaksanaan Tanwir dan Milad di Palu tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga memiliki konteks sosial dan kebangsaan. Kehadiran Muhammadiyah di daerah yang pernah mengalami bencana besar tersebut memperlihatkan hubungan antara gerakan Persyarikatan dengan kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Tema “Bersama Satukan Bangsa” kemudian menjadi pesan yang mengiringi keseluruhan rangkaian tersebut. Muhammadiyah ingin menegaskan pentingnya persatuan dan persaudaraan sebagai kekuatan dalam kehidupan kebangsaan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan bahwa tema tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 10 dan 13, yang menekankan persaudaraan serta pentingnya saling mengenal di tengah keberagaman.

Pesan tersebut relevan dengan posisi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam yang telah berkiprah lebih dari satu abad dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam perjalanan panjangnya, Muhammadiyah tidak hanya mengembangkan dakwah, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, dan berbagai bidang kehidupan lainnya.

Dengan diluncurkannya logo Tanwir dan Milad ke-114, masyarakat dan warga Muhammadiyah kini memiliki identitas visual yang akan menyertai berbagai publikasi serta kegiatan menuju puncak rangkaian peringatan tersebut.

Logo itu sekaligus menjadi penanda perjalanan menuju Milad ke-114 Muhammadiyah. Lebih dari sekadar identitas kegiatan, desain yang memadukan simbol Muhammadiyah dengan unsur lokal Sulawesi Tengah tersebut membawa pesan tentang keberlanjutan gerakan, ketahanan dalam menghadapi tantangan, serta semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi Persyarikatan sekaligus meneguhkan kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan kebangsaan.

Melalui tema “Bersama Satukan Bangsa”, Muhammadiyah mengajak seluruh elemen untuk menjaga persaudaraan, merawat keberagaman, dan memperkuat kebersamaan sebagai bagian dari ikhtiar membangun Indonesia yang lebih maju dan berkemajuan.