lisensi

Kedungademmu.id
WIB
Last Updated 2026-09-15T14:14:56Z
GerakanPersyarikatanRedaksiSuwadi Pranoto

Upgrade Kepemimpinan AMM Sumberrejo di Sarangan, Perkuat Karakter, Integritas, dan Kemandirian Kader

Advertisement
Foto bersama pimpinan dan kader AMM Sumberrejo usai mengikuti rangkaian Upgrading Kepemimpinan di kawasan Telaga Sarangan, Magetan (Istimewa/kedungademmu.id)


Kedungademmu.idAngkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menggelar Upgrading Kepemimpinan di kawasan Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu-Ahad (12–13/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus konsolidasi kader muda Muhammadiyah.

Mengusung tema “Upgrade Kepemimpinan AMM: Berkarakter, Berintegritas, dan Berdampak”, kegiatan tersebut diikuti pimpinan dan kader dari tiga organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah di Sumberrejo, yakni Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Suasana kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Selain mendapatkan materi kepemimpinan, peserta juga diajak berdiskusi, bertukar gagasan, serta mengikuti aktivitas yang dirancang untuk memperkuat kekompakan antarkader.

Ketua PCM Sumberrejo Tekankan Penguatan Ideologi

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberrejo, KH. Adib Susilo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah bagi setiap kader.

Menurutnya, keaktifan dalam organisasi harus dibarengi dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai dan ideologi Muhammadiyah. Dengan demikian, kader mampu menjadi teladan sekaligus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

“Menjadi kader Muhammadiyah bukan sekadar aktif dalam organisasi, tetapi harus memiliki ideologi yang kuat dan mampu menjadi kader teladan bagi umat,” tegasnya.

Pemimpin Harus Siap Mengemban Amanah

Materi berikutnya disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Suwadi Pranoto, yang juga merupakan kader Muhammadiyah Sumberrejo. Ia membawakan materi Kepemimpinan Organisasi dan Jati Diri Kader.

Suwadi menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas, keteladanan, dan kesiapan dalam menjalankan amanah organisasi.

“Dalam Muhammadiyah, kita tidak boleh meminta jabatan. Namun, ketika amanah itu diberikan, kita tidak boleh menolaknya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kader Muhammadiyah memiliki peran penting sebagai pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Karena itu, kader tidak cukup hanya memahami teknis organisasi, tetapi juga perlu menghayati nilai, ideologi, dan misi perjuangan Muhammadiyah.

Ruang Evaluasi dan Penguatan Program

Materi ketiga berupa diskusi dan pemaparan program serta tantangan organisasi yang disampaikan Wakil Ketua PCM Sumberrejo, Lailul Nasihin.

Dalam sesi tersebut, masing-masing Ortom menyampaikan gagasan, rencana kegiatan, dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi.

Forum ini menjadi ruang untuk saling mendengarkan, bertukar gagasan, serta mencari solusi bersama agar program AMM Sumberrejo ke depan dapat berjalan lebih terarah dan saling mendukung.

Sementara itu, materi Kemandirian Organisasi disampaikan Sekretaris PCM Sumberrejo, Dwi Hermawanto. Ia menjelaskan pentingnya membangun kemandirian di setiap Ortom, baik dalam pengelolaan organisasi maupun dalam mengembangkan potensi dan peluang yang tersedia.

Menurutnya, kemandirian dapat dibangun dengan mengoptimalkan potensi kader dan lingkungan yang dimiliki masing-masing Ortom.

Rangking Satu, Belajar Kemuhammadiyahan dengan Cara Menyenangkan

Upgrading tidak hanya disi dengan materi dan diskusi. Peserta juga mengikuti berbagai aktivitas yang membangun suasana kebersamaan, salah satunya permainan Rangking Satu.

Kegiatan yang dipandu Rudi Hartono, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PCM Sumberrejo sekaligus Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sumberrejo, tersebut menguji pengetahuan peserta mengenai keislaman dan Kemuhammadiyahan.

Suasana berlangsung meriah dan kompetitif. Tiga peserta yang berhasil menjadi finalis adalah Vio dari IPM, Farih dari Pemuda Muhammadiyah, dan Vida dari Nasyiatul Aisyiyah.

Pada pagi hari, peserta juga mengikuti outbound yang dipandu PCNA Sumberrejo. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk melatih komunikasi, keberanian, kekompakan, dan semangat kebersamaan antarkader.

Bangun Sinergi Tiga Ortom

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Upgrading tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga memperkuat sinergi antara Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan IPM Cabang Sumberrejo.

Melalui kegiatan tersebut, AMM Sumberrejo meneguhkan komitmen untuk menyiapkan kader yang memiliki karakter kuat, integritas, kemandirian, serta kemampuan memberikan dampak nyata bagi umat dan masyarakat.

Kegiatan di Sarangan tersebut diharapkan menjadi titik penguatan bagi kader AMM Sumberrejo untuk terus belajar, bergerak bersama, dan menghadirkan gerakan Muhammadiyah yang semakin berkemajuan.

Dari penguatan karakter hingga kemandirian, AMM Sumberrejo menyiapkan kader bukan sekadar untuk aktif berorganisasi, tetapi untuk menjadi pemimpin yang mampu memberi manfaat dan berdampak.