lisensi

Kedungademmu.id
WIB
Last Updated 2026-09-15T22:53:05Z
Ahmad LazimMozaikNigeriaPendidikanRedaksi

Tertarik Model Pendidikan Muhammadiyah, Yobe State Nigeria Buka Peluang Kerja Sama

Advertisement
Rombongan Yobe State Nigeria saat berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan diterima oleh Haedar Nashir (tengah), Ketua Umum PP Muhammadiyah (www.ibtimes.id)

Kedungademmu.idModel pendidikan Muhammadiyah mendapat perhatian dari pemerintah Yobe State, Nigeria. Pemerintah negara bagian tersebut bahkan telah menyiapkan kawasan seluas 100 hektare yang akan dikembangkan sebagai pusat pendidikan terpadu dengan mengadopsi model pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan umum.

Ketertarikan tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi Pemerintah Yobe State ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Rombongan dipimpin Abba Idris Adam, Komisioner Pendidikan Dasar dan Menengah atau Basic and Secondary Education Yobe State.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama antara Yobe State dan Muhammadiyah. Salah satu gagasan yang dibicarakan adalah pembangunan model sekolah di Nigeria yang mengintegrasikan pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum.

Delegasi Yobe State diterima Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam pertemuan itu turut hadir Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti serta perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Bagi Muhammadiyah, tawaran tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan pengalaman pendidikan Muhammadiyah di tingkat internasional. Sementara bagi Yobe State, model pendidikan Muhammadiyah dinilai dapat menjadi salah satu rujukan dalam membangun sistem pendidikan modern yang tetap memiliki landasan keislaman.

Pendidikan Islam dan Ilmu Pengetahuan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan umat Islam perlu terus dikembangkan agar mampu berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan perubahan zaman.

Haedar menekankan pentingnya membangun tradisi pendidikan yang tidak memisahkan nilai-nilai keislaman dari penguasaan ilmu pengetahuan. Pendidikan, dalam pandangan tersebut, bukan hanya berkaitan dengan pembentukan keberagamaan, tetapi juga mempersiapkan generasi agar mampu menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompleks.

Gagasan itu menjadi salah satu karakter penting pendidikan Muhammadiyah. Sejak awal, Muhammadiyah mengembangkan lembaga pendidikan dengan menggabungkan pendidikan keagamaan dan pengetahuan umum.

Model tersebut kemudian berkembang melalui berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Jaringan pendidikan Muhammadiyah juga terus mengalami perkembangan dan menjadi salah satu bagian penting dari amal usaha Persyarikatan.

Dalam konteks Yobe State, gagasan tersebut akan diterapkan dalam lingkungan pendidikan yang memiliki kebutuhan dan karakter tersendiri. Karena itu, kerja sama yang dijajaki tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sekolah secara fisik, tetapi juga menyangkut sistem pendidikan, pengelolaan lembaga, serta pengembangan sumber daya manusia.

Yobe State Pelajari Berbagai Model Pendidikan

Ketertarikan pemerintah Yobe State terhadap Muhammadiyah tidak muncul secara tiba-tiba. Abba Idris Adam menjelaskan bahwa delegasi yang dipimpinnya telah mengunjungi dan mempelajari berbagai model pendidikan di sejumlah tempat, terutama di Indonesia dan Malaysia.

Dari berbagai kunjungan tersebut, Muhammadiyah kemudian menjadi salah satu model yang mendapat perhatian.

Menurut Adam, pihaknya melihat adanya karakter pendidikan Muhammadiyah yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan pendidikan di Yobe State. Karena itu, kunjungan ke Muhammadiyah dilakukan untuk membuka pembicaraan lebih jauh mengenai kemungkinan kerja sama.

Penjajakan sebelumnya juga dilakukan melalui pertemuan dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada Rabu (9/9/2026). Dalam rangkaian pembicaraan tersebut, Pemerintah Yobe State menawarkan kawasan pendidikan terpadu seluas 100 hektare.

Kawasan tersebut dipersiapkan untuk pengembangan sekolah pada jenjang sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas. Dengan lahan yang telah disiapkan, pengembangan lembaga pendidikan diharapkan dapat dilakukan secara terpadu.

Selain menyediakan kawasan, Pemerintah Yobe State juga menawarkan keterlibatan tenaga profesional dari Indonesia. PWM Jawa Tengah mendapat tawaran untuk mengirim lima tenaga profesional yang nantinya dapat membantu memimpin dan mengelola operasional sekolah.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa kerja sama yang sedang dijajaki memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar pertukaran pengetahuan. Muhammadiyah berpeluang terlibat dalam pengembangan sistem dan manajemen pendidikan secara langsung di Nigeria.

Memperluas Jalan Pendidikan Muhammadiyah ke Tingkat Global

Rencana pengembangan sekolah Muhammadiyah di Nigeria menjadi bagian dari semakin luasnya pengalaman Muhammadiyah dalam membangun lembaga pendidikan. Selama ini, pendidikan Muhammadiyah telah berkembang dalam berbagai konteks masyarakat dan wilayah.

Kerja sama dengan Yobe State juga memperlihatkan adanya perhatian terhadap model pendidikan yang berusaha menempatkan keislaman, ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi dalam satu kerangka pendidikan.

Bagi Muhammadiyah, kerja sama tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan pengalaman pengelolaan pendidikan Indonesia kepada masyarakat internasional. Pengetahuan yang berkembang dalam jaringan pendidikan Muhammadiyah dapat dipertukarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal di Nigeria.

Sementara itu, bagi Pemerintah Yobe State, pembangunan kawasan pendidikan terpadu seluas 100 hektare diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Tahapan berikutnya akan menentukan bentuk konkret kerja sama antara kedua pihak, termasuk kemungkinan dituangkannya kesepakatan melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Jika terealisasi, kerja sama tersebut akan menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman pendidikan Muhammadiyah di Indonesia dapat dikembangkan dalam konteks internasional. Pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun kerja sama antarnegara dan memperluas kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan dunia modern.

Rencana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan terus mendapatkan perhatian di luar Indonesia. Dari Yogyakarta, gagasan pendidikan yang menghubungkan nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan kini berpeluang dikembangkan lebih jauh di Yobe State, Nigeria.