Advertisement
![]() |
| PW IPM Jawa Timur Perkuat Literasi Tarjih Generasi Z melalui Model Dakwah Pencerahan |
Kedungademmu.id—Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur bekerja sama dengan tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan program "Literasi Tarjih untuk Gen Z: Model Dakwah Pencerahan bagi Pelajar Muhammadiyah" sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan kader di era digital.
Program ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi Generasi Z dalam memperoleh informasi keagamaan. Pesatnya perkembangan media digital membuat pelajar lebih banyak mengakses informasi melalui media sosial daripada literatur resmi Persyarikatan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan baru yang mampu menghadirkan pemahaman tarjih Muhammadiyah secara lebih kontekstual, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda.
Ketua tim pengabdian, Dr. Supriyadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membumikan keputusan-keputusan tarjih Muhammadiyah agar lebih dekat dengan kehidupan pelajar.
"Tarjih tidak hanya dipahami sebagai kajian akademik, tetapi juga menjadi pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami mengemasnya melalui pendekatan yang lebih interaktif dan dekat dengan dunia Generasi Z," ujarnya.
Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan mitra yang melibatkan pengurus PW IPM Jawa Timur dan perwakilan kader. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah mengenal istilah tarjih, tetapi belum memahami penerapannya secara komprehensif dalam kehidupan sehari-hari. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan modul Literasi Tarjih untuk Gen Z yang digunakan selama pelatihan.
Pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan active learning melalui diskusi kelompok, analisis studi kasus, simulasi penyelesaian persoalan keagamaan, hingga praktik penyusunan konten dakwah digital. Peserta tidak hanya mempelajari konsep-konsep dasar tarjih, tetapi juga dilatih mengomunikasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui media sosial dalam bentuk infografis, video pendek, dan konten edukatif.
Anggota tim pengabdian, Ahmad Nurefendi Fradana, menyampaikan bahwa pendekatan tersebut dipilih agar proses pembelajaran lebih sesuai dengan karakteristik Generasi Z.
"Pelajar saat ini membutuhkan pembelajaran yang partisipatif, kolaboratif, dan memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, literasi tarjih kami hadirkan tidak hanya melalui diskusi, tetapi juga melalui praktik membuat konten dakwah yang kreatif dan relevan," jelasnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian bersama PW IPM Jawa Timur juga membentuk Komunitas Literasi Tarjih yang akan menjadi ruang belajar bersama bagi kader. Selain itu, berbagai konten digital hasil pelatihan dipublikasikan melalui media sosial organisasi agar dapat menjangkau lebih banyak pelajar Muhammadiyah di berbagai daerah.
Ketua PW IPM Jawa Timur menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap literasi tarjih dapat menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi.
"Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas ideologis kader sekaligus membangun budaya literasi keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman," ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pelajar Muhammadiyah, program ini diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya memahami keputusan-keputusan tarjih secara mendalam, tetapi juga mampu menjadi agen dakwah pencerahan yang menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan secara bijaksana di ruang digital. Selain menghasilkan modul pembelajaran dan komunitas literasi, program ini juga diharapkan menjadi model penguatan literasi keagamaan yang dapat direplikasi oleh Pimpinan Wilayah maupun Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.
