Advertisement
![]() |
| Bendera Muhammadiyah (www.muhammadiyah.or.id) |
Kedungademmu.id—Lambang matahari telah menjadi identitas yang sangat lekat dengan Muhammadiyah. Simbol tersebut tidak hanya tampil pada berbagai atribut Persyarikatan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas visual organisasi yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Di balik lambang tersebut terdapat sosok KH Siradj Dahlan, putra sulung KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Siradj Dahlan dikenal memiliki kemampuan dalam ilmu falak sekaligus kecakapan dalam seni kaligrafi. Latar belakang tersebut turut berkaitan dengan lahirnya simbol matahari yang kemudian menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan bahwa logo Muhammadiyah dibuat oleh Siradj Dahlan. Keterangan tersebut, menurut Haedar, bersumber dari penuturan sejumlah tokoh senior Muhammadiyah yang disampaikan melalui HM Sukriyanto AR.
Haedar menyampaikan hal itu dalam momentum peluncuran logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut penuturan tersebut, Siradj Dahlan merupakan sosok yang berada di balik penciptaan simbol matahari Muhammadiyah. Keterlibatannya dalam perancangan logo menjadi bagian penting dari sejarah identitas visual Persyarikatan.
![]() |
| Siradj Dahlan, Putra KH Ahmad Dahlan; perancang logo Muhammadiyah (www.muhammadiyah.or.id) |
Matahari sebagai Simbol Pencerahan
Logo Muhammadiyah memiliki bentuk yang khas. Di bagian tengah terdapat tulisan Arab “Muhammadiyah”, kemudian dikelilingi dua kalimat syahadat. Di sekelilingnya terdapat 12 sinar matahari berwarna putih dengan latar utama berwarna hijau.
Setiap unsur tersebut mempunyai makna yang berkaitan dengan identitas dan misi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam.
Simbol matahari secara khusus menggambarkan cahaya yang menerangi kehidupan. Matahari bukan hanya menghasilkan cahaya, tetapi juga menjadi sumber kehidupan. Karena itu, keberadaannya dalam logo Muhammadiyah mempunyai keterkaitan erat dengan gagasan pencerahan yang menjadi karakter gerakan Persyarikatan.
Haedar Nashir menjelaskan, simbol tersebut semestinya tidak berhenti sebagai tanda pengenal organisasi. Lebih dari itu, matahari perlu dipahami sebagai pesan moral bagi seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Muhammadiyah dan Aisyiyah, menurut Haedar, diharapkan dapat menjadi cahaya kehidupan di mana pun berada. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, kesulitan, dan kehilangan harapan, gerakan Muhammadiyah diharapkan justru menghadirkan optimisme, solusi, dan pencerahan.
Dengan demikian, simbol matahari tidak sekadar memiliki fungsi visual. Ia mengandung pesan agar gerakan Muhammadiyah senantiasa memberikan manfaat dan menerangi kehidupan masyarakat.
Makna tersebut sejalan dengan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Pencerahan diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dakwah, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai amal usaha lainnya.
Tulisan Muhammadiyah dan Dua Kalimat Syahadat
Selain matahari, tulisan “Muhammadiyah” yang berada di bagian tengah logo juga memiliki makna penting. Tulisan tersebut menegaskan identitas Persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912.
Nama Muhammadiyah merujuk pada upaya mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. Karena itu, identitas tersebut tidak dapat dipisahkan dari orientasi keislaman Persyarikatan yang menjadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai sumber ajaran.
Sementara itu, dua kalimat syahadat yang mengelilingi tulisan Muhammadiyah menggambarkan komitmen terhadap tauhid. Unsur tersebut menjadi penegasan bahwa gerakan Muhammadiyah berorientasi pada penegakan kalimat Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah saw.
Jika diperhatikan secara keseluruhan, berbagai unsur tersebut membentuk satu kesatuan. Matahari menggambarkan cahaya dan pencerahan, tulisan Muhammadiyah menunjukkan identitas Persyarikatan, sedangkan dua kalimat syahadat menegaskan fondasi tauhid.
Makna Warna Hijau dan Putih
Filosofi logo Muhammadiyah juga tercermin dalam pilihan warna yang digunakan. Warna hijau menjadi warna dasar, sedangkan sinar matahari menggunakan warna putih.
Dalam tulisan HM Sukriyanto AR yang dimuat Majalah Suara Muhammadiyah edisi 10 tahun 2015, disebutkan bahwa KH Siradj Dahlan mengaitkan warna hijau dengan warna yang ditawarkan Allah Swt. kepada umat Islam.
Warna hijau disebut dalam sejumlah ayat Al-Qur’an yang menggambarkan kenikmatan di surga, antara lain dalam Surah Ar-Rahman ayat 76, Surah Al-Insan ayat 21, dan Surah Al-Kahfi ayat 31.
Dalam pemaknaan yang berkembang, hijau juga sering diasosiasikan dengan kesejukan, kesegaran, kedamaian, keteduhan, dan ketenteraman. Nilai tersebut selaras dengan orientasi dakwah Muhammadiyah yang diharapkan menghadirkan Islam secara mencerahkan dan membawa kemaslahatan bagi kehidupan.
Adapun warna putih pada sinar matahari juga memiliki filosofi tersendiri. Putih dikenal sebagai salah satu warna yang disukai Rasulullah saw. Dalam konteks logo Muhammadiyah, warna putih juga dikaitkan dengan harapan agar warga Persyarikatan mampu memancarkan cahaya Islam dengan niat yang bersih.
Sinar berwarna putih tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan dengan ketulusan dan tanpa pamrih. Dakwah dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah Swt.
Karena itu, cahaya putih pada logo tidak hanya bermakna terang secara visual, tetapi juga mengandung pesan tentang kebersihan niat dalam menjalankan aktivitas dakwah dan gerakan sosial.
Simbol yang Menyatukan Identitas dan Nilai Gerakan
Sejarah lahirnya logo Muhammadiyah memperlihatkan bahwa simbol dalam sebuah organisasi dapat memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar identitas visual.
Logo yang dirancang Siradj Dahlan tersebut memadukan unsur seni, identitas keislaman, dan gagasan tentang pencerahan. Matahari menjadi pusat simbol yang menghubungkan seluruh unsur tersebut dalam satu kesatuan.
Haedar Nashir, dikutip dari www.muhammadiyah.or.id, mengingatkan pentingnya warga Muhammadiyah memahami hubungan antara estetika dan makna yang terdapat dalam logo. Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal telah melahirkan simbol yang memiliki nilai filosofis.
Pemahaman terhadap logo dengan demikian tidak berhenti pada persoalan bentuk, warna, atau keindahan. Di dalamnya terdapat nilai yang perlu diterjemahkan ke dalam kehidupan nyata.
Matahari yang menjadi simbol utama Muhammadiyah pada akhirnya mengandung pesan tentang bagaimana Persyarikatan hadir di tengah masyarakat. Muhammadiyah diharapkan menjadi sumber pencerahan, memberikan manfaat, serta menghadirkan harapan ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan.
Sejarah Siradj Dahlan dalam lahirnya logo Muhammadiyah sekaligus menunjukkan bahwa warisan Persyarikatan tidak hanya berupa lembaga, amal usaha, dan tradisi gerakan. Identitas visual yang diwariskan dari generasi ke generasi juga menyimpan gagasan tentang arah perjuangan Muhammadiyah.
Karena itu, ketika warga Muhammadiyah melihat lambang matahari, yang hadir bukan semata-mata sebuah logo. Di baliknya terdapat sejarah, identitas, nilai tauhid, semangat dakwah, dan cita-cita untuk menghadirkan pencerahan bagi kehidupan.
Simbol tersebut menjadi pengingat bahwa cahaya Muhammadiyah tidak cukup hanya terpancar melalui lambang, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan dan amal nyata di tengah masyarakat.

