Advertisement
![]() |
| Warga RT 14 Dusun Sumbadan Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, menerima bantuan air bersih dari TB Prima Sejahtera di tengah musim kemarau berkepanjangan (Dika/kedungademmu.id) |
Sekitar 60 kepala keluarga di wilayah tersebut merasakan langsung dampak kekeringan. Persediaan air warga menipis sehingga kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk keperluan rumah tangga dan fasilitas ibadah, menjadi lebih sulit dipenuhi.
Melihat kondisi tersebut, Haji Suyatno, pemilik TB Prima Sejahtera, tergerak memberikan bantuan air bersih. Bantuan sebanyak 32.000 liter disalurkan secara bertahap ke sejumlah titik yang terdampak kekeringan.
Bantuan Dipercayakan kepada Nasyiatul Aisyiyah dan Fatayat
Haji Suyatno mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan air bersih. Karena berdomisili di luar daerah, penyaluran bantuan dipercayakan kepada Nasyiatul Aisyiyah (NA) dan Fatayat Ranting Panjang.
“Saya ikut prihatin melihat situasi kekeringan saat ini. Saya berinisiatif memberikan bantuan air yang saya percayakan kepada Nasyiatul Aisyiyah dan Fatayat Ranting Panjang karena saya berdomisili di luar daerah,” ujar Haji Suyatno saat dihubungi melalui panggilan video.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.
Warga Berterima Kasih
Ketua PRNA Panjang yang mewakili NA dan Fatayat, Dika Erli Frilian, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada organisasi untuk membantu menyalurkan bantuan tersebut.
“Saya bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga masyarakat,” ujar Dika, yang juga merupakan tenaga pengajar di MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem.
Sementara itu, Ketua RT 14, Muhammad Sumani, berharap bantuan air bersih dapat terus berlanjut selama kondisi kekeringan belum berakhir.
Ia mengatakan sebagian warga bahkan mengalami kekurangan air selama beberapa hari. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bantuan air bersih ini tetap berlanjut selama musim kemarau. Kasihan warga yang kesulitan mencari air. Kemarin ada yang sampai dua hari kehabisan air, termasuk untuk mengisi tandon wudu di musala,” tuturnya.
Diterima dengan Sukacita
Kedatangan bantuan air bersih disambut sukacita oleh masyarakat. Warga membawa wadah air untuk menampung bantuan yang diberikan.
Meski demikian, distribusi air masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan seluruh warga karena jumlah masyarakat yang mengalami kekurangan air cukup banyak.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi kemarau panjang. Warga berharap hujan segera turun sehingga sumber-sumber air kembali terisi dan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara normal.
