Advertisement
![]() |
| Siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Balen mengikuti kegiatan outing class di kawasan Kayangan Api, Bojonegoro (Khoirun Nashikin/kedungsdemmu.id) |
Kedungademmu.id— Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Balen mendapatkan pengalaman belajar langsung melalui kegiatan outing class di kawasan wisata Kayangan Api, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lebih nyata kepada siswa. Dengan mengunjungi langsung salah satu destinasi yang memiliki nilai sejarah dan keunikan alam di Bojonegoro, siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan kondisi yang mereka temui di lapangan.
Mengenal Sejarah dan Api Abadi
Setibanya di lokasi, siswa diajak mengenal Kayangan Api, mulai dari sejarah dan cerita yang berkembang di tengah masyarakat hingga fenomena api yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Pengalaman melihat langsung objek pembelajaran membuat siswa lebih mudah mengembangkan rasa ingin tahu. Mereka tidak hanya menerima informasi dari buku atau penjelasan guru, tetapi juga belajar melalui pengamatan secara langsung.
Selama kegiatan, siswa didorong untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar.
Selain memperkaya pengetahuan, outing class juga menjadi sarana untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Belajar Sekaligus Mempererat Kebersamaan
Wali Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Balen, Ilma Kanzun Fadhilah, mengatakan kegiatan outing class memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar dengan suasana yang berbeda.
“Outing class ini bukan sekadar mengajak anak-anak belajar di luar kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang dapat memperkaya pengetahuan mereka. Kami berharap anak-anak dapat mengenal sejarah dan potensi daerahnya, sekaligus belajar menjaga kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama kegiatan,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung dapat membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih menyenangkan. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk belajar bersosialisasi dan membangun kebersamaan bersama teman-temannya.
Bagi siswa, pembelajaran di luar kelas menghadirkan pengalaman yang berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari. Suasana yang lebih terbuka membuat siswa dapat belajar sambil mengamati objek secara langsung.
Salah seorang siswa kelas VIII, Rijal Jahma Wijaya, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena banyak hal menarik yang dapat dilakukan bersama. Selain menambah pengalaman dan pengetahuan, saya juga bisa melihat langsung Kayangan Api yang selama ini hanya saya ketahui dari cerita dan informasi,” katanya.
Bukan Sekadar Rekreasi
Kegiatan outing class di Kayangan Api diharapkan menjadi pengalaman belajar yang membekas bagi siswa, bukan sekadar kegiatan rekreasi.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal sejarah lokal, mengamati lingkungan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta memahami bahwa sumber belajar dapat ditemukan di berbagai tempat.
Pembelajaran semacam ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami secara langsung apa yang selama ini dipelajari di sekolah. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengetahui, tetapi juga mendorong siswa untuk mengamati, mengalami, memahami, dan mengambil pelajaran dari lingkungan di sekitarnya.
