Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali, dalam rapat awal tahun ajaran yang digelar pada (16/7/2026) di Auditorium Titanium Building.
Adapun lima guru dan karyawan yang memasuki masa purna tugas adalah Catur Sunariadi, Genggong Martikaningsih, Yanen Fredy, Sri Puji Lestari, dan Afif.
Dalam sambutan perpisahannya, Catur Sunariadi yang telah mengabdi selama 32 tahun mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan sekolah yang dikenal dengan sebutan SMK MUTU tersebut. Ia mengenang perjalanan panjang sekolah dari masa awal berdiri hingga menjadi salah satu sekolah kejuruan rujukan nasional.
“Dahulu sekolah ini berdiri di tengah kebun tebu dan sempat dipandang sebagai ‘sekolah buangan’. Kini, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi telah bertransformasi menjadi sekolah kejuruan unggulan dengan jumlah peserta didik baru yang mencapai ribuan, serta memiliki fasilitas gedung yang representatif,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Catur juga memberikan motivasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus berinovasi dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Ia menegaskan pentingnya etos kerja tinggi dalam menghadapi persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat.
“Sebesar apa pun sebuah lembaga, tanpa inovasi akan ditinggalkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, jangan menjadi generasi penikmat, tetapi jadilah generasi yang terus berkarya,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Munali menyerahkan piagam penghargaan kepada para guru dan karyawan yang telah memasuki masa purna tugas. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama bertahun-tahun dalam memajukan sekolah dan persyarikatan Muhammadiyah.
“Mereka adalah bagian penting dari perjalanan panjang SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, yang telah berkembang dari nol hingga menjadi sekolah unggulan seperti saat ini,” tutur Munali.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Namun, semangat pengabdian yang ditinggalkan para purna tugas akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Nilai yang mereka wariskan sejalan dengan pesan luhur Muhammadiyah, yakni “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah”, sebagai landasan dalam mengabdi dengan tulus dan penuh keikhlasan.

