![]() |
| Habibah Eky Gumilar, guru Teknik Mekatronika SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang (Istimewa/kedungademmu.id) |
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kualitas guru vokasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam penguasaan teknologi industri mutakhir. Habibah terpilih setelah melalui proses seleksi ketat dan menjadi salah satu dari 50 guru terbaik se-Indonesia dalam program bidang Teknologi Manufaktur dan Rekayasa.
Ia mengaku awalnya mendapatkan informasi program tersebut dari kepala sekolah. Di tengah kesibukan mengajar, Habibah tetap meluangkan waktu untuk menyiapkan berbagai persyaratan administrasi. Dari puluhan peserta yang mengikuti seleksi, ia berhasil lolos hingga tahap akhir dan menjadi salah satu dari 16 peserta yang tergabung dalam program di Festo Didactic SE.
Selama mengikuti program magang, Habibah akan mempelajari langsung perkembangan teknologi industri terkini di Jerman. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya kompetensi serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Tips Lolos Program Internasional
Habibah membagikan sejumlah tips bagi guru yang ingin mengikuti program serupa. Ia menekankan pentingnya persiapan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti TOEFL, serta sertifikasi kompetensi di bidang PLC, pneumatik, dan listrik-elektronik.
Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan dari TU Dresden dan Festo Didactic SE sebelum akhirnya memilih Festo sebagai tujuan, karena relevan dengan bidang mekatronika yang diampunya.
“Awalnya saya sempat pesimis karena harus bersaing dengan guru-guru terbaik dari seluruh Indonesia. Namun, saya terus belajar, terutama meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, karena proses wawancara dilakukan langsung oleh pihak Festo,” ungkapnya.
Habibah juga menegaskan pentingnya doa dan dukungan keluarga sebagai bagian dari ikhtiar meraih keberhasilan.
Motivasi untuk Guru dan Siswa
Setelah menunggu sekitar satu bulan, pengumuman kelulusan akhirnya diterima dengan hasil yang membahagiakan. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Persyarikatan Muhammadiyah.
Habibah berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi siswa maupun rekan sejawat untuk berani mencoba hal baru.
“Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi siswa dan rekan kerja untuk terus berikhtiar, berani mencoba, dan bertawakal. Insyaallah akan dimudahkan,” tuturnya.
Rencananya, Habibah akan berangkat ke Jerman pada (12/8/2026) dan mengikuti program magang selama kurang lebih tiga bulan, sesuai jadwal dari Kemendikdasmen.
Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih salah satu guru terbaiknya tersebut.
“Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus berinovasi. SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga tempat untuk berprestasi dan beribadah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa capaian ini selaras dengan semangat sekolah dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.

