Suasana kolaboratif saat guru dan pengurus ‘Aisyiyah menyusun pemetaan kemampuan awal peserta didik (Istimewa/kefingademmu.id)
Kedungademmu.id Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gondanglegi berkolaborasi dengan dewan guru dalam menyiapkan asesmen awal bagi siswa KB 03 dan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 25 Fajar Harapan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (22/7/2026).

Rapat dihadiri oleh jajaran pengurus PCA ‘Aisyiyah, kepala sekolah, serta dewan guru. Kegiatan ini bertujuan memantapkan pelaksanaan asesmen awal sebagai langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik.

Sekretaris ‘Aisyiyah Gondanglegi, Silvia Rachman, menjelaskan bahwa asesmen awal penting untuk mengetahui titik awal kemampuan siswa secara menyeluruh.

Asesmen ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa serta memantau capaian perkembangan anak secara holistik,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa akan diobservasi secara individual oleh satu pendamping. Metode ini dipilih agar data yang diperoleh lebih valid dan akurat. Hasil observasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi guru dalam memetakan minat, bakat, serta karakteristik belajar masing-masing anak.

Selanjutnya, hasil asesmen akan dilaporkan dan dianalisis oleh pihak sekolah guna menentukan kebutuhan pembelajaran yang tepat. Data tersebut juga menjadi acuan dalam menyusun rencana strategis, termasuk metode dan pendekatan pembelajaran sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Selain itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam proses asesmen. Orang tua berperan sebagai sumber informasi utama terkait kebiasaan anak di rumah. Sinergi antara sekolah dan orang tua diharapkan mampu menyelaraskan target perkembangan anak, sehingga stimulasi yang diberikan dapat tepat sasaran.

Asesmen awal ini juga memberikan sejumlah manfaat, antara lain mengurangi kecemasan serta ekspektasi berlebih orang tua terhadap anak. Melalui pemahaman yang lebih realistis mengenai kemampuan anak, orang tua diharapkan tidak lagi memberikan tuntutan di luar tahap perkembangan usia.

Di sisi lain, program ini turut meningkatkan rasa aman orang tua dalam menyekolahkan anak, karena proses pembelajaran dirancang berdasarkan kebutuhan individu, bukan paksaan. Asesmen ini juga memungkinkan deteksi dini terhadap hambatan perkembangan, termasuk kondisi khusus seperti alergi atau trauma.

Dengan mengedepankan prinsip kemitraan yang positif dan tanpa pelabelan, hasil asesmen diharapkan menjadi solusi dalam mengarahkan proses belajar anak secara optimal.

Komunikasi dengan orang tua sangat penting untuk membangun sinergi yang harmonis dalam pendampingan siswa, sehingga menghasilkan keluaran pendidikan yang berkualitas,” pungkas Silvia.

PCA ‘Aisyiyah Gondanglegi berharap kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan orang tua melalui program asesmen ini dapat terus berlanjut hingga anak menyelesaikan pendidikannya.