lisensi

Kedungademmu.id
• WIB
Last Updated 2026-07-30T21:23:26Z
GerakanKKN STITMUBOLaily MahfudhotinRedaksi

Perkuat Program Gayatri, Mahasiswa STITMUBO Gelar Pelatihan Pakan dan Kesehatan Ayam di Desa Prigi

Advertisement
Mahasiswa KKN STITMUBO bersama masyarakat Desa Prigi saat mengikuti pelatihan pembuatan pakan ayam petelur dan sosialisasi kesehatan ternak (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro (STITMUBO) menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan ayam sekaligus pelatihan pembuatan pakan ayam petelur di Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN sebagai pelaksana serta masyarakat Desa Prigi, khususnya para peternak ayam petelur, sebagai peserta. Sosialisasi menghadirkan tenaga ahli yang memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga kesehatan ternak.

Program ini bertujuan untuk mendukung Program Gayatri dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sekaligus membantu masyarakat meningkatkan kemandirian di sektor peternakan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi solusi atas tingginya biaya produksi pakan serta minimnya pengetahuan tentang kesehatan ayam petelur.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KKN 02 STITMUBO yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat. Selanjutnya, materi pertama disampaikan oleh drh. Moch Agus Riza Abidin yang menekankan pentingnya vaksinasi bagi kesehatan ayam.

“Semakin baik kualitas vaksin yang diberikan, maka semakin baik pula kondisi kesehatan ayam,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ach. Sunarto, praktisi budidaya ayam petelur. Ia menjelaskan teknik pergantian pakan yang tepat agar ayam tidak mengalami stres, yaitu dengan mencampur pakan lama dan pakan baru secara bertahap.

“Jika ingin mengganti pakan, lakukan secara perlahan dari pakan lama ke pakan baru agar ayam tidak stres,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang ciri-ciri ayam yang mengalami stres serta kunci keberhasilan dalam budidaya ayam petelur.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan pakan ayam menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan lebih ekonomis. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan.

Salah satu peserta, Bambang, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam usaha peternakan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama dalam memahami cara menjaga kesehatan ayam dan membuat pakan sendiri,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berharap dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas kesehatan ternak. Dengan demikian, usaha peternakan masyarakat dapat berkembang lebih optimal dan berkelanjutan.