Advertisement
![]() |
| Pelajar IPM dan Hizbul Wathan MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar berfoto bersama usai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Margoagung (Istimewa/kedungademmu.id) |
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat musim kemarau. Bantuan dihimpun melalui donasi secara swadaya dari para siswa dan dewan guru MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar.
Semangat gotong royong yang tumbuh di lingkungan madrasah menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pelajar Belajar Peduli melalui Aksi Nyata
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Ketua IPM MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar, Faristy Kireisya Alvian Zhavira, bersama Ketua Dewan Kerja Pengenal (DKP) Hizbul Wathan, Guslian Prasetio. Keduanya turut mengoordinasikan proses penggalangan donasi hingga penyaluran bantuan ke lokasi yang membutuhkan.
Faristy mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pelajar terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar juga bisa ikut hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Meskipun bantuan yang kami berikan sederhana, kami berharap air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang sedang mengalami kesulitan. Semoga kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa peduli dan semangat berbagi di kalangan pelajar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman bagi pelajar untuk belajar tentang kepemimpinan, solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Harapannya Berlanjut
IPM dan HW MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar berharap bantuan air bersih tersebut dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kegiatan ini juga diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sosial sesaat. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat diharapkan dapat terus tumbuh menjadi bagian dari gerakan sosial pelajar di lingkungan madrasah.
Aksi IPM dan HW MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pelajar juga dapat belajar dari kehidupan nyata dengan hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi sesama.
