lisensi

Kedungademmu.id
• WIB
Last Updated 2026-10-04T00:51:46Z
Ansorul HakimGerakanLazizmuPersyarikatanRedaksi

Lazismu Jatim dan Bojonegoro Siapkan Sumur Bor untuk Warga Baureno

Advertisement
Tim Lazismu Jawa Timur dan Lazismu Bojonegoro melakukan asesmen dan survei titik pengeboran sumur bor di Masjid Al-Mu’awanah, Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id—Upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat terus dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu). Lazismu Jawa Timur bersama Lazismu Bojonegoro melakukan asesmen dan survei titik pengeboran sumur bor di Masjid Al-Mu’awanah, Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (3/10/2026).

Survei tersebut menjadi tahap awal sebelum proses pengeboran dilakukan. Tim memastikan lokasi yang dipilih memiliki potensi dan posisi yang tepat agar sumber air nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh jamaah masjid serta masyarakat sekitar.


Program ini merupakan bagian dari SAUM (Sanitasi untuk Masyarakat) yang masuk dalam Pilar Kesehatan Lazismu. Pelaksanaan program didukung oleh Lazismu PWM Jawa Timur, Lazismu Bojonegoro, serta para muwakif, yakni Nur Habidah dan Arifin dari Surabaya. Proses pengeboran direncanakan mulai Kamis (8/10/2026).


Bagian dari Program SAUM


Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, Sartono, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi program SAUM.


“Program sumur bor ini merupakan realisasi dari program SAUM atau Sanitasi untuk Masyarakat yang menjadi bagian dari Pilar Kesehatan Lazismu,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan sumber air bersih tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Air juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan sanitasi serta mendukung aktivitas ibadah masyarakat.


Sementara itu, Ketua Lazismu Jawa Timur, Sigit Hermawan, mengatakan program SAUM diarahkan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok prasejahtera, memperoleh akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.


“Program unggulan ini difokuskan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat prasejahtera untuk mendapatkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa pembangunan sarana air bersih, termasuk sumur bor, menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan program SAUM di tengah masyarakat.


Diharapkan Memberikan Manfaat Jangka Panjang


Wakil Ketua sekaligus Koordinator PDM Bojonegoro Bidang Lazismu, Khudlori, menilai pembangunan sumur bor merupakan langkah strategis yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.


“Program sumur bor ini merupakan langkah strategis dan jangka panjang dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Diharapkan program ini dapat memberikan solusi terbaik dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” ungkapnya.


Menurutnya, ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan kualitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, program pemberdayaan perlu diarahkan pada penyediaan sarana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Pembangunan sumur bor di Masjid Al-Mu’awanah diharapkan tidak sekadar menjadi pembangunan sarana fisik. Lebih dari itu, keberadaan sumur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber manfaat bagi jamaah masjid dan masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan air bersih, kebersihan, sanitasi, serta aktivitas ibadah.


Kolaborasi Lazismu dan Para Muwakif


Program tersebut juga menjadi contoh kolaborasi antara lembaga filantropi dan para muwakif. Lazismu Jawa Timur dan Lazismu Bojonegoro bersinergi dengan Nur Habidah dan Arifin dari Surabaya untuk menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat Desa Gunungsari.


Dukungan para muwakif menjadi bagian penting dalam mengubah kepedulian menjadi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


Melalui asesmen dan survei yang telah dilakukan, Lazismu berharap proses pembangunan sumur bor dapat berjalan lancar dan segera menghadirkan sumber air yang bermanfaat bagi masyarakat.